Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Jakarta Malam Ini

Malam ini langitnya cerah, itu artinya tidak ada awan yang bergelantungan di atas sana. Angin malam menerpa halus, dingin. Karenanya aku memakai jaket tebal milikku. Niki bilang ini cocok denganku. Aku jadi senang setiap memakainya. Aku menggenggam tangannya erat. Jangan tinggalkan aku. Aku takut. Lampu jalan yang terang-benderang, lalu lintas padat yang berisik, orang-orang yang berlalu-lalang, gedung-gedung yang menjulang tinggi, Niki... tolong aku.  Dia selalu terkekeh ria setiap aku mengencangkan genggaman tanganku. "Galva, aku tidak akan meninggalkanmu." Aku cemberut–sebenarnya pura-pura kesal saja–agar dia melirik sedikit padaku. Dia tersenyum lebar padaku. Ah, jadinya pipiku terasa hangat. Aku juga tahu kalau itu yang paling dia sukai dariku. Katanya aku menggemaskan dengan wajah merah tomat. Itu berlebihan sebenarnya. Tapi biarlah, terserah dia bilang apa. Yang terpenting aku terlihat imut baginya.  Parfumnya vanilla, rasanya seperti toko coklat atau roti. Aku suka se...